Butterfly Still Fly



PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI

Jika mendengar kata “merawat”,  yang terlintas pertama kali di pikiran adalah orang/sesuatu yang sakit. Padahal orang/sesuatu yang sehat juga harus selalu kita rawat agar tidak ikut menjadi sakit. Selama ini saat merawat diri, apa saja yang telah kalian rawat? Merawat kulit agar selalu halus, merawat wajah agar cantik, merawat rambut agar lebat berkilau?

Tapi telah cukupkah perhatian yang kalian berikan untuk merawat alat reproduksi kalian?

Perawatan alat reproduksi harus dilakukan sejak kecil. Saat masih bayi dan anak-anak, tentu orang tua kita yang lebih berperan dalam merawatnya. Namun sekarang disaat kita telah beranjak remaja, tentu sudah menjadi tanggungjawab kita. Meski terlihat sepele, namun kegiatan ini tidak dapat dipandang sebelah mata.

Ada banyak mitos dan informasi yang belum tentu kebenaran namun sering kita lakukan. Jadi untuk tahu apakah yang kita lakukan selama ini sudah benar ato tidak, ayo lanjutkan membaca informasi dibawah ini.

  1. Rambut pubis perlukah di cukur?

Perlu donk. Jangan dibiarkan rambut pubis tumbuh subur dan rimbun. Rambut yang terlalu rimbun akan memungkinkan menjadi sarang kutu. Kondisi yang terlalu rimbun juga akan membuat kondisi lembab sehingga lebih mudah jamuran.

2. Bersihkan dari depan ke belakang

Setelah buang air kecil dan buang air besar, ingatlah untuk membilas satu arah, dari depan ke belakang. Dengan cara seperti ini akan dapat meminimalkan kontaminasi kuman dari anus ke vagina/saluran kencing. Ingatlah juga untuk mengeringkan dengan handuk atau tissue setelahnya. Air yang dibiarkan begitu saja akan membuat kondisi lembab. Keadaan lembab merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan jamur.

3. Perlukah menambahkan sabun pembersih seperti di iklan televisi itu??

Tidak. Kita tidak perlu menggunakan sabun-sabun kimia seperti itu. Sabun pembersih, deodorant, dan tissue pewangi tidak baik untuk kondisi flora normal di vagina. pH normal vagina adalah 3,4-4,3. Itu merupakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan bakteri baik yang hidup disana. Jika kita menggunakan sabun/deodorant tersebut, akan merubah pH sehingga kuman baik mati dan memungkinkan tumbuhnya kuman jahat seperti candida albicans, trikomonas vaginalis, vaginosis bacterial, dan lain-lain.

Tidak ingin kan seperti itu? Jangan mau dibohongi oleh iklan. Sudah keluar uang untuk membeli produk tertentu, namun akhirnya malah menjadi penyakit. Cukup bilas dengan air biasa.

4. Pilihlah pakaian dalam yang bermutu

Bermutu disini tidak berarti mahal. Celana dalam (CD) yang baik adalah yang mampu menyerap keringat. Bahan dari katun dapat menyerap keringat sebanyak 98%. Ini merupakan pilihan terbaik dibandingkan polyester, sutra, line, dan sejenisnya. Ingatlah juga untuk rajin mengganti CD minimal 2x sehari.

Berikan juga perhatian pada celana luar yang kalian pakai. Jangan terlalu sering menggunakan celana/jins yang terlalu ketat dan berbahan panas. Selain menyebabkan penumpukan keringat dan lembab, celana ketat juga berbahaya bagi sperma. Celana yang terlampau ketat akan membuat testis kepanasan dan membuat peredaran darah tidak lancar, yang akhirnya berpengaruh terhadap kualitas sperma yang dihasilkan.

5. Sunat Vs tidak sunat

Pada sisi dalam pelipatan di ujung penis terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan smegma, yaitu cairan berwarna putih dan lengket. Cairan ini harus rajin dibersihkan karena dapat menjadi media yang baik bagi pertumbuhan kuman.

Bagi orang yang telah disunat, lipatan di ujung penis (kulup) sudah dihilangkan. Sehingga lebih mudah dibersihkan dan tidak akan terjadi penumpukan smegma.

Namun pada yang tidak disunat, jangan khawatir. Selama kalian rajin membersihkan tentu tidak akan menjadi masalah. Caranya tarik lipatan kulit/kulup kearah belakang, lalu cuci bersih kepala penis dan daerah sekitar pelipatan. Setelah yakin bersih, tarik kembali kulup ke posisi semula, menutupi kepala penis. Kegiatan ini harus rutin dilakukan setiap kalian mandi.

6. Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh alat kelamin

7. Selalu gunakan CD dan handuk pribadi, jangan saling meminjamkan

8. Gantilah pembalut sesering mungkin, minimal 2-3x/hari

9. Jangan menggunakan alat bantu saat mastrubasi

10. Perhatikan keluhan yang muncul

Jika ada keluhan pada alat kelaminmu seperti gatal, ada luka, keluar lender/nanah, keputihan, nyeri saat kencing, dan sejenisnya, pikirkan kemungkinan terjadi IMS (infeksi menular seksual) atau ISK (infeksi saluran kencing). Kedua infeksi ini dapat disebabkan karena kurangnya kebersihan pada alat reproduksi kalian. Segeralah lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat di dokter terdekat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: