Butterfly Still Fly



REMAJA DAN NARKOBA

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat/bahan berbahaya. Istilah lain yang akan sering kalian dengar adalah NAPZA, yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini mengacu pada sekelompok zat yang umumnya menyebabkan kecanduan bagi penggunanya akibat pemakaian diluar batas dosis. Narkoba sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu narcotics, yang berarti obat bius. Sedangkan dalam bahasa yunani disebut narkose yang artinya menidurkan atau membius. Awalnya obat-obatan golongan ini memang digunakan dalam bidang kedokteran untuk membantu pasien mengurangi rasa sakit saat operasi, sehingga mereka tidak akan merasakan nyeri pembedahan (terbius).
Efek lain dari narkoba : halusinogen, stimulan, dan depressan.
• Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
• Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
• Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw

REMAJA DAN NARKOBA
Penyebaran narkoba sampai saat ini masih sulit untuk dibendung. Sangat mudah mendapat narkoba, terutama pada tempat-tempat yang merupakan tempat berkumpul orang-orang dalam jumlah besar, seperti diskotik, tempat pelacuran, dan tempat perkumpulan genk, hingga sekolah-sekolah. Hingga semakin besar peluang terjerumusnya remaja kita menjadi pengguna dan pecandu narkoba.
Tanda-tanda pada remaja yang perlu dicurigai terlibat penyalahgunaan narkoba:
• Teman yang berganti-ganti
• Tercium bau mariyuana atau alcohol dari nafas atau badan
• Perubahan perilaku dan mood yang tidak dapat dijelaskan
• Negatif, sering melawan, paranoid, destruktif, cemas
• Tidak tampak gembira seperti seharusnya
• Lelah atau hiperaktif yang berlebihan
• Penurunan atau peningkatan berat badan drastis
• Tidak gembira dan tertekan
• Menipu dan mencuri
• Selalu perlu uang atau punya banyak uang lebih
• Penampilannya jorok atau kotor

Beragam alasan akan kita temukan jika bertanya kenapa mereka memilih bersahabat dengan barang terlarang ini. Namun secara umum, penyebab penyalahgunaan narkoba dapat kita bedakan menjadi faktor internal dan eksternal.
1. Faktor internal
• Kepribadian : kepribadian yang labil, kebijaksanaan yang kurang, serta mudah terpengaruh oleh orang lain merupakan kriteria calon mangsa yang baik. Tampaknya semua kriteria ini mudah kita temukan pada seorang remaja. Ini akan dijadikan seseorang mudah untuk menawarkan narkoba kepadanya. Dari sekedar rasa ingin tahu dan coba-coba, akhirnya dapat berakhir sebagai seorang pecandu.
• Keluarga : jika hubungan dengan keluarga kurang harmonis (broken home), maka seseorang akan mudah merasa putus asa dan frustasi. Tidak ada lagi tempat untuk berpegangan. Mereka akan mencari kompensasi diluar rumah, yang belum tentu baik.
• Ekonomi : materi merupakan dua sisi mata uang yang saling menarik dalam bisnis narkoba ini. Orang-orang yang mencari uang sebagai pengedar menyukai bisnis ini karena besarnya imbalan yang mereka dapatkan. Sedangkan remaja lainnya yang dilimpahi uang saku berlebih menjadi sasaran. Namun kedua jenis ini sama-sama mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
2. Faktor eksternal
Pergaulan dengan teman sebaya memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam masa remaja. Pada masa ini, remaja tidak hanya mendefinisikan dirinya dengan menggunakan standar yang ada pada dirinya, namun juga standar luar yang dibentuk oleh teman-temannya. Dunia teman sebaya sebagai ajang pembanding dan eksplorasi untuk memperoleh informasi pembentuk identitas mereka. Jadi positif dan negative pergaulan teman sebaya akan sangat mempengaruhi. Banyak hal positif yang dapat mereka pelajari, namun sering kali perilaku negative terasa lebih menyenangkan (untuk sesaat) dan mudah untuk diadopsi. Tekanan dari teman juga membuat seorang remaja mudah terjerumus.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?
• Sebagai anggota masyarakat yang peduli terhadap remaja, rangkullah mereka. Jangan selalu memandang buruk padanya. Mungkin mereka tidak berpakaian “normal” seperti orang kebanyakan, namun tidak berarti mereka miskin kreativitas. Malah seringkali yang nyeleneh seperti itu punya prestasi segudang. Alangkah baiknya jika kita dapat memfasilitasi kreatifitas tersebut, memberinya sebuah wadah yang bersih dan aman sehingga mereka dapat berekspresi. Menjadi pengawas sekaligus seorang teman tentu akan meminimalisir jarak yang terbentuk karena usia ini.
• Sebagai bagian dari sebuah keluarga, luangkanlah waktu kalian sejenak dari rutinitas. Berikan perhatian terhadap setiap anggota keluarga, entah dia masih seorang bayi ataupun kepala keluarga tersebut. Deteksi dini perubahan kebiasaan dan perubahan fisik yang terjadi. Komunikasi dan kedekatan emosional sangat diperlukan, jangan hanya menganggap semuanya baik-baik saja selama kita bisa membayar spp dan memenuhi uang saku mereka saja.
• Sebagai seorang remaja, hendaknya pintar berteman. Memilih – milih teman bukan berarti kita sombong. Kita hanya bersikap selektif terhadap apa yang ditawarkan oleh lingkungan. Jika memang dirasa teman tersebut memiliki pengaruh buruk, hindari saja, katakan kau memiliki acara lain. Perbanyak pergaulan dan aktifitasmu untuk hal lain yang berguna. Saat ini banyak dibentuk kegiatan keremajaan yang ditujukan untuk mengisi waktu dengan hal-hal positif. Ada STT di banjar-banjar, kegiatan ekskul di sekolahan, maupun LSM.

KISARA merupakan salah satu kegiatan yang bisa kamu ikutin. Ada banyak kegiatan menarik serta teman-teman bermain yang menyenangkan. Kamu juga bisa curhat tentang segala hal karena ada bagian konselingnya. Silahkan mampir ke jl. Gatut subroto IV/6 denpasar, gedung PKBI daerah Bali, lt.III. Atau jika masih malu untuk datang langsung, bisa juga melalui konseling via telp (0361) 430200. Kami tunggu yaaaa…………….. (^0^)/
(siaran KISAH #Kita Sayang Remaja Sehat# @BaliFM 21/03/2011)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: