PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI
Jika mendengar kata “merawat”, yang terlintas pertama kali di pikiran adalah orang/sesuatu yang sakit. Padahal orang/sesuatu yang sehat juga harus selalu kita rawat agar tidak ikut menjadi sakit. Selama ini saat merawat diri, apa saja yang telah kalian rawat? Merawat kulit agar selalu halus, merawat wajah agar cantik, merawat rambut agar lebat berkilau?
Tapi telah cukupkah perhatian yang kalian berikan untuk merawat alat reproduksi kalian?
Perawatan alat reproduksi harus dilakukan sejak kecil. Saat masih bayi dan anak-anak, tentu orang tua kita yang lebih berperan dalam merawatnya. Namun sekarang disaat kita telah beranjak remaja, tentu sudah menjadi tanggungjawab kita. Meski terlihat sepele, namun kegiatan ini tidak dapat dipandang sebelah mata.
Ada banyak mitos dan informasi yang belum tentu kebenaran namun sering kita lakukan. Jadi untuk tahu apakah yang kita lakukan selama ini sudah benar ato tidak, ayo lanjutkan membaca informasi dibawah ini.
- Rambut pubis perlukah di cukur?
Perlu donk. Jangan dibiarkan rambut pubis tumbuh subur dan rimbun. Rambut yang terlalu rimbun akan memungkinkan menjadi sarang kutu. Kondisi yang terlalu rimbun juga akan membuat kondisi lembab sehingga lebih mudah jamuran.
2. Bersihkan dari depan ke belakang
Setelah buang air kecil dan buang air besar, ingatlah untuk membilas satu arah, dari depan ke belakang. Dengan cara seperti ini akan dapat meminimalkan kontaminasi kuman dari anus ke vagina/saluran kencing. Ingatlah juga untuk mengeringkan dengan handuk atau tissue setelahnya. Air yang dibiarkan begitu saja akan membuat kondisi lembab. Keadaan lembab merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan jamur.
3. Perlukah menambahkan sabun pembersih seperti di iklan televisi itu??
Tidak. Kita tidak perlu menggunakan sabun-sabun kimia seperti itu. Sabun pembersih, deodorant, dan tissue pewangi tidak baik untuk kondisi flora normal di vagina. pH normal vagina adalah 3,4-4,3. Itu merupakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan bakteri baik yang hidup disana. Jika kita menggunakan sabun/deodorant tersebut, akan merubah pH sehingga kuman baik mati dan memungkinkan tumbuhnya kuman jahat seperti candida albicans, trikomonas vaginalis, vaginosis bacterial, dan lain-lain.
Tidak ingin kan seperti itu? Jangan mau dibohongi oleh iklan. Sudah keluar uang untuk membeli produk tertentu, namun akhirnya malah menjadi penyakit. Cukup bilas dengan air biasa.
4. Pilihlah pakaian dalam yang bermutu
Bermutu disini tidak berarti mahal. Celana dalam (CD) yang baik adalah yang mampu menyerap keringat. Bahan dari katun dapat menyerap keringat sebanyak 98%. Ini merupakan pilihan terbaik dibandingkan polyester, sutra, line, dan sejenisnya. Ingatlah juga untuk rajin mengganti CD minimal 2x sehari.
Berikan juga perhatian pada celana luar yang kalian pakai. Jangan terlalu sering menggunakan celana/jins yang terlalu ketat dan berbahan panas. Selain menyebabkan penumpukan keringat dan lembab, celana ketat juga berbahaya bagi sperma. Celana yang terlampau ketat akan membuat testis kepanasan dan membuat peredaran darah tidak lancar, yang akhirnya berpengaruh terhadap kualitas sperma yang dihasilkan.
5. Sunat Vs tidak sunat
Pada sisi dalam pelipatan di ujung penis terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan smegma, yaitu cairan berwarna putih dan lengket. Cairan ini harus rajin dibersihkan karena dapat menjadi media yang baik bagi pertumbuhan kuman.
Bagi orang yang telah disunat, lipatan di ujung penis (kulup) sudah dihilangkan. Sehingga lebih mudah dibersihkan dan tidak akan terjadi penumpukan smegma.
Namun pada yang tidak disunat, jangan khawatir. Selama kalian rajin membersihkan tentu tidak akan menjadi masalah. Caranya tarik lipatan kulit/kulup kearah belakang, lalu cuci bersih kepala penis dan daerah sekitar pelipatan. Setelah yakin bersih, tarik kembali kulup ke posisi semula, menutupi kepala penis. Kegiatan ini harus rutin dilakukan setiap kalian mandi.
6. Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh alat kelamin
7. Selalu gunakan CD dan handuk pribadi, jangan saling meminjamkan
8. Gantilah pembalut sesering mungkin, minimal 2-3x/hari
9. Jangan menggunakan alat bantu saat mastrubasi
10. Perhatikan keluhan yang muncul
Jika ada keluhan pada alat kelaminmu seperti gatal, ada luka, keluar lender/nanah, keputihan, nyeri saat kencing, dan sejenisnya, pikirkan kemungkinan terjadi IMS (infeksi menular seksual) atau ISK (infeksi saluran kencing). Kedua infeksi ini dapat disebabkan karena kurangnya kebersihan pada alat reproduksi kalian. Segeralah lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat di dokter terdekat.
Tindik, Gaya Gaul Yang Berisiko
Ada yang punya tindik diantara kalian? Atau lagi kepikiran untuk memasang aksesoris tersebut? Tunggu, baca dulu artikel ini sebelum mengambil keputusan. Tindik atau yang dikenal dengan piercing adalah pemasangan aksesoris pada bagian tubuh tertentu dengan cara melubangi dan memasang hiasan dari logam. Dulu tindik merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat/suku tertentu, namun kini digunakan sebagai aksesoris dan menunjukkan identitas diri bagi sebagian masyarakat kita, terutama pada remaja.
Hampir semua bagian tubuh dapat di tindik. Telinga merupakan tempat yang paling umum di tindik. Hampir semua wanita punya sebuah tindikan untuk tempat memasang anting-anting. Tapi banyak juga yang membuat tindikan di telinga lebih dari satu, bahkan juga pada laki-laki. Bagian tubuh lain yang sering ditindik adalah bibir, lidah, hidung, alis, pusar, dan daerah kelamin. Setiap tempat ini memiliki masalah yang berbeda dan lama proses penyembuhan yang berbeda juga. Permasalahan yang muncul juga beragam, salah satunya infeksi. Infeksi pada mulut setelah di tindik dapat menyebabkan kesulitan saat mengunyah dan berbicara. Tindik yang di pasang pada lidah memiliki kemungkinan untuk terlepas dan tertelan saat makan ataupun berbicara. Tindik pada pusar lebih lama memerlukan waktu untuk sembuh karena sering tergesek oleh pakaian. Perhiasan yang terpasang pada alat kelamin dapat melukai kamu dan pasangan saat berhubungan intim, termasuk risiko robeknya kondom.
Jika memang sudah siap dengan semua risiko tersebut, hal berikut yang perlu diperhatikan adalah kesiapan kamu terhadap pandangan masyarakat jika nantinya kamu memakai tindik tersebut. Masyarakat memang sudah lebih terbuka terhadap hal-hal baru, namun masih ada sebagian besar masyarakat kita yang melekatkan stigma negatif pada pemakai piercing, sama seperti pada pemilik tattoo.
Pemilihan bahan logam dan tempat pembuatan tindik juga harus diperhatikan. Pilihlah bahan logam yang tidak menyebabkan alergi, seperti steinless steel bedah, emas 14/18 karat, niobium, titanium, dan sejenisnya. Studio tempat tindik juga harus bersih, tanyakan apakah nanti tindakan akan dilakukan di ruangan khusus dengan tenaga profesional serta sterilitas alat yang terjaga. Ini semua untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi.
oke, semoga semua info ini dapat menjadi bahan pertimbangan buat kamu-kamu yang ingin memasang tindik. jadilah lebih perduli terhadap tubuhmu
Outreach KYC @TK.Bulan
Salah satu kegiatan Kisara Youth Clinic (KYC) adalah pelayanan kesehatan keluar klinik yang disebut dengan outreach. Pelayanan ini bekerjasama dengan pihak lain yang ingin memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi anggotanya. Pada hari Sabtu (26/03/2011), dilakukan kegiatan outreach di Tk. Bulan. Taman bermain yang beralamat di jl. SMKI no.145x, Batubulan-Gianyar ini terdiri atas tiga kelas, yakni kelas Nol Besar, Nol Kecil, dan Playgroup dengan total jumlah siswa 55 orang. Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam (09.00-11.00 wita) ini mendapat respon yang baik dari orang tua siswa. Mereka ikut mendampingi putra-putrinya saat pemeriksaan sekaligus berkonsultasi langsung. Para siswa juga tampak menikmati pemeriksaan tersebut tanpa rasa takut.
Dari hasil pemeriksaan 55 orang siswa dengan usia berkisar 5-6 tahun, tiga penyakit terbanyak ialah carries gigi, serumen obturan, dan ISPA. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang manis tanpa disertai kewajiban untuk menggosok gigi tampaknya merupakan faktor utama munculnya keluhan gigi berlubang dan carries gigi pada anak-anak ini. Tampaknya guru-guru perlu lebih menekankan pentingnya menggosok gigi dan jika perlu dilakukan praktik langsung cara menyikat gigi yang benar. Peranan orang tua juga sangat penting dalam menjaga kesehatan anak. Tampak bahwa anak yang didampingi orang tua memiliki keluhan yang lebih sedikit bahkan tidak ada jika dibandingkan anak lainnya. Ini berarti perhatian orang tua sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan anak usia kanak-kanak.

REMAJA DAN NARKOBA
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat/bahan berbahaya. Istilah lain yang akan sering kalian dengar adalah NAPZA, yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini mengacu pada sekelompok zat yang umumnya menyebabkan kecanduan bagi penggunanya akibat pemakaian diluar batas dosis. Narkoba sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu narcotics, yang berarti obat bius. Sedangkan dalam bahasa yunani disebut narkose yang artinya menidurkan atau membius. Awalnya obat-obatan golongan ini memang digunakan dalam bidang kedokteran untuk membantu pasien mengurangi rasa sakit saat operasi, sehingga mereka tidak akan merasakan nyeri pembedahan (terbius).
Efek lain dari narkoba : halusinogen, stimulan, dan depressan.
• Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
• Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
• Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
REMAJA DAN NARKOBA
Penyebaran narkoba sampai saat ini masih sulit untuk dibendung. Sangat mudah mendapat narkoba, terutama pada tempat-tempat yang merupakan tempat berkumpul orang-orang dalam jumlah besar, seperti diskotik, tempat pelacuran, dan tempat perkumpulan genk, hingga sekolah-sekolah. Hingga semakin besar peluang terjerumusnya remaja kita menjadi pengguna dan pecandu narkoba.
Tanda-tanda pada remaja yang perlu dicurigai terlibat penyalahgunaan narkoba:
• Teman yang berganti-ganti
• Tercium bau mariyuana atau alcohol dari nafas atau badan
• Perubahan perilaku dan mood yang tidak dapat dijelaskan
• Negatif, sering melawan, paranoid, destruktif, cemas
• Tidak tampak gembira seperti seharusnya
• Lelah atau hiperaktif yang berlebihan
• Penurunan atau peningkatan berat badan drastis
• Tidak gembira dan tertekan
• Menipu dan mencuri
• Selalu perlu uang atau punya banyak uang lebih
• Penampilannya jorok atau kotor
Beragam alasan akan kita temukan jika bertanya kenapa mereka memilih bersahabat dengan barang terlarang ini. Namun secara umum, penyebab penyalahgunaan narkoba dapat kita bedakan menjadi faktor internal dan eksternal.
1. Faktor internal
• Kepribadian : kepribadian yang labil, kebijaksanaan yang kurang, serta mudah terpengaruh oleh orang lain merupakan kriteria calon mangsa yang baik. Tampaknya semua kriteria ini mudah kita temukan pada seorang remaja. Ini akan dijadikan seseorang mudah untuk menawarkan narkoba kepadanya. Dari sekedar rasa ingin tahu dan coba-coba, akhirnya dapat berakhir sebagai seorang pecandu.
• Keluarga : jika hubungan dengan keluarga kurang harmonis (broken home), maka seseorang akan mudah merasa putus asa dan frustasi. Tidak ada lagi tempat untuk berpegangan. Mereka akan mencari kompensasi diluar rumah, yang belum tentu baik.
• Ekonomi : materi merupakan dua sisi mata uang yang saling menarik dalam bisnis narkoba ini. Orang-orang yang mencari uang sebagai pengedar menyukai bisnis ini karena besarnya imbalan yang mereka dapatkan. Sedangkan remaja lainnya yang dilimpahi uang saku berlebih menjadi sasaran. Namun kedua jenis ini sama-sama mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
2. Faktor eksternal
Pergaulan dengan teman sebaya memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam masa remaja. Pada masa ini, remaja tidak hanya mendefinisikan dirinya dengan menggunakan standar yang ada pada dirinya, namun juga standar luar yang dibentuk oleh teman-temannya. Dunia teman sebaya sebagai ajang pembanding dan eksplorasi untuk memperoleh informasi pembentuk identitas mereka. Jadi positif dan negative pergaulan teman sebaya akan sangat mempengaruhi. Banyak hal positif yang dapat mereka pelajari, namun sering kali perilaku negative terasa lebih menyenangkan (untuk sesaat) dan mudah untuk diadopsi. Tekanan dari teman juga membuat seorang remaja mudah terjerumus.
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
• Sebagai anggota masyarakat yang peduli terhadap remaja, rangkullah mereka. Jangan selalu memandang buruk padanya. Mungkin mereka tidak berpakaian “normal” seperti orang kebanyakan, namun tidak berarti mereka miskin kreativitas. Malah seringkali yang nyeleneh seperti itu punya prestasi segudang. Alangkah baiknya jika kita dapat memfasilitasi kreatifitas tersebut, memberinya sebuah wadah yang bersih dan aman sehingga mereka dapat berekspresi. Menjadi pengawas sekaligus seorang teman tentu akan meminimalisir jarak yang terbentuk karena usia ini.
• Sebagai bagian dari sebuah keluarga, luangkanlah waktu kalian sejenak dari rutinitas. Berikan perhatian terhadap setiap anggota keluarga, entah dia masih seorang bayi ataupun kepala keluarga tersebut. Deteksi dini perubahan kebiasaan dan perubahan fisik yang terjadi. Komunikasi dan kedekatan emosional sangat diperlukan, jangan hanya menganggap semuanya baik-baik saja selama kita bisa membayar spp dan memenuhi uang saku mereka saja.
• Sebagai seorang remaja, hendaknya pintar berteman. Memilih – milih teman bukan berarti kita sombong. Kita hanya bersikap selektif terhadap apa yang ditawarkan oleh lingkungan. Jika memang dirasa teman tersebut memiliki pengaruh buruk, hindari saja, katakan kau memiliki acara lain. Perbanyak pergaulan dan aktifitasmu untuk hal lain yang berguna. Saat ini banyak dibentuk kegiatan keremajaan yang ditujukan untuk mengisi waktu dengan hal-hal positif. Ada STT di banjar-banjar, kegiatan ekskul di sekolahan, maupun LSM.
KISARA merupakan salah satu kegiatan yang bisa kamu ikutin. Ada banyak kegiatan menarik serta teman-teman bermain yang menyenangkan. Kamu juga bisa curhat tentang segala hal karena ada bagian konselingnya. Silahkan mampir ke jl. Gatut subroto IV/6 denpasar, gedung PKBI daerah Bali, lt.III. Atau jika masih malu untuk datang langsung, bisa juga melalui konseling via telp (0361) 430200. Kami tunggu yaaaa…………….. (^0^)/
(siaran KISAH #Kita Sayang Remaja Sehat# @BaliFM 21/03/2011)
PMS, Si Tamu Bulanan Yang Mengganggu
“wah, tamu bulanan lagi datang nih. Jadi lemas dan males ngpain. Apalagi kalau pake acara kram perut segala, gak enak banget…..”.
Pasti sering mendengar keluhan seperti ini dari teman-teman wanita atau bahkan mengalaminya sendiri. Benar sekali, itu merupakan salah satu gejala PMS.
Pre Menstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang muncul menjelang menstruasi akibat dari perubahan hormon dalam tubuh. Sebelum menstruasi terjadi peningkatan dan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone. Perubahan ini akan berpengaruh terhadap perubahan emosi dan fisik, seperti rasa nyeri dan bengkak pada beberapa bagian tubuh.
Menurut The American College of Obstetrican and Gynecologists, hampir 70% wanita di dunia mengalami PMS setiap bulannya. Jadi pada dasarnya ini merupakan sesuatu yang wajar, bukan termasuk penyakit. Namun ada sekitar 14% wanita yang harus istirahat total akibat keluhan nyeri yang berlebih.
PMS ternyata dibedakan menjadi 5 tipe berdasarkan tingkat keparahan dan kondisi hormonal dalam tubuh.
1. PMS type A (Anxiety)
Didominasi oleh rasa cemas, sensitive, mudah tersinggung, dan labil.Peneliti menduga keluhan ini muncul akibat kekurangan hormone progesterone, namun penelitian lainnya mencurigai akibat dari kekurangan Vitamin B6 dan Magnesium.
2. PMS type C (Craving)
Gejala berupa pusing, berkeringat dingin, sering lapar, bengkak (edema) pada perut, peningkatan berat badan. Pembengkakan terjadi akibat penumpukan cairan pada jaringan ekstraseluler.
3. PMS type D (Depression)
Mudah sedih, lupa, bingung, dan selalu ingin makanan manis merupakan ciri tipe ini. Meningkatnya dorongan makan yang manis terjadi akibat stress.
4. PMS type H (Hyperhidration)
Penumpukan cairan, peningkatan berat badan, payudara terasa tegang dan nyeri.
5. PMS type P (Pain)
Didominasi oleh munculnya pegal-pegal, jerawat, rambut dan kulit berminyak berlebihan, mual muntah, dan lebih sensitive terhadap nyeri.
Keluhan ini tidak datang sendiri-sendiri, sehingga pembagian PMS berdasarkan ype ini sangat jarang digunakan karena keluhan saling campur baur. Walaupun keluhan akan selalu muncul setiap bulannya, namun dengan memodifikasi gaya hidup keluhan yang muncul akan dapat di kurangi.
• Kurangi asupan minuman berkafein, kopi, soda karena dapat menstimulasi system saraf.
• Perbanyak tidur. Istirahat 7-8 jam sehari akan mampu meminimalisir perubahan emosi yang dramatis.
• Perbanyak konsumsi karbohidrat seperti kentang, jagung, dan gandum. Ini efektif untuk meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh yang akan menjaga stabilitas emosi kita.
• Rutinlah melakukan olah raga. Saat kita berolah raga, tubuh akan mengeluarkan endorphin. Endorphin ini membantu mengurangi migren, cemas, dan emosi.
tidur terlentang dengan meletakkan kompres hangat diatas perut juga dapat mengurangi rasa nyeri yang muncul. selamat mencoba dan semoga dapat berdamai dengan tamu bulanan kalian …….
HI-tech
Baru tau Ternyata bs pke sekarang nih bwt posting. Kmajuan teknologi memang gak ada habisnya ya. Rugi nih klo gak ngikutin, atau sekedar tahu lah. Bosen ah jadi orang gaptek, aku mau belajar!! \(ˆ▾ˆ◦)/
lalu selanjutnya…..?
Mau nulis apaan ya sekarang?
Dulu waktu sekolah di SD-SMU, dlm pelajaran bhs.Indonesia dikenalkan pada kata sambung dan penghubung : lalu, kemudian, maka, selanjutnya, setelah itu, dll.
Mari kita pakai sebagai kalimat topik bahasan kali ini :
setelah tamat sekolah, udah dapat kerja, lalu kemudian maka selanjutnya setelah itu …………… (#akan ngapain#) ????
Ada yang bisa bantu mengisi titik-titik diatas? Belum ada visi dan misi untuk kedepan nih. Selama ini masih pakai prinsip “jalanin aja, ikutin arus, gak ada target”. Tapi lama-lama jadi membosankan juga nih. Apalagi jika nanti ada yang bertanya, “setelah ini mau ngapain?”
Symposium : update management of STI & HIV/AIDS
Kisara Youth Clinic (KYC) pada hari sabtu, 12 Februari 2011 kemarin melakukan symposium sehari dengan topik penanganan terkini bagi Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Seminar ini terbuka bagi semua tenaga medis dan mahasiswa kesehatan, baik kedokteran, perawat, maupun bidan. KYC merupakan bagian dari PKBI cabang Bali yang aktif memberikan pelayanan kesehatan keluar termasuk juga berbagi informasi. Ketua panitia, dr. Yanitama Putri, S.ked menyampaikan dalam wawancara terpisah bahwa kegiatan ini didasari oleh kian meningkatnya kasus-kasus IMS dan HIV/AIDS di masyarakat. “Tentunya diperlukan guideline terpadu dan terus update untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal, prima, efektif, dan efisien kepada masyarakat. Karena itulah sasaran dalam seminar kali ini adalah para pemberi pelayanan kesehatan”, ujarnya.
Besarnya respon peserta tidak terlepas dari materi seminar dan pembawa materi itu sendiri. Sejumlah pembicara yang hadir merupakan orang-orang yang telah memiliki nama besar dibidangnya masing-masing. Materi diberikan dalam 2 sesi. Sesi pertama mengangkat topik penanganan terkini IMS dengan pembicara dr. Wirya Duarsa, Sp.KK (K) dan dr. AAGP Wiraguna, Sp.KK (K), dengan dimoderatori oleh dr. Yogi Prasetia. Sesi kedua mengenai kondisi terkini kasus HIV/AIDS dan management terapinya juga berjalan dengan menarik dibawah pengawasan dr. Oka Negara sebagai moderator, dengan pembicara Prof. Dr. dr. Tuty Parwati Merati, Sp.PD-KPTI dan Prof. Dr. dr. Mangku Karmaya, M.Repro, PA(K).
Dr Wiraguna menegaskan bahwa episentrum dalam penularan IMS masih tetap pada WTS. Penyakit ini tidak akan dapat dihentikan jika lokalisasi masih ada. Namun tampaknya semua pihak masih tutup mata terhadap permasalahan ini. Sebagai tenaga medis, yang dapat kita lakukan ialah mengobati pasien dengan tuntas, menjaga kepatuhan pasien dalam minum obat sehingga memperkecil terjadinya resistensi terhadap antibiotik tertentu. Prof. Mangku Karmaya, yang juga merupakan ketua pengurus PKBI Cabang Bali juga mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS dipengaruhi secara signifikan dengan peningkatan jumlah WTS. Beliau juga menyampaikan bahwa sampai akhir 2010, berdasarkan jumlah total kasus HIV/AIDS, Bali menduduki peringkat 5 di Indonesia, tetapi berdasarkan prosentase penduduknya, Bali berada di peringkat kedua. Tentunya ini bukan hasil yang patut dibanggakan.
Peserta tampak sangat aktif baik dalam bertanya maupun berbagi pengalamannya selama ini. Mengingat Bali masih menjadi pilihan tempat berlibur bagi para wisatawan asing, maka seringkali para wisatawan asing tersebut datang ke rumah sakit/klinik sebagai pasien. Tentunya mereka mengharapkan penanganan dengan standar yang sama seperti di negara asalnya. Demikian pula tentang perbedaan waktu minum obat yang akan berubah akibat perbedaan jam antar negara. Saat salah seorang peserta menanyakan tentang permasalahan ini, Prof. Tuty menyampaikan bahwa memang akan ada perubahan jadwal minum obat bagi mereka, terutama bagi pasien yang harus meminum obat secara berkelanjutan berdasarkan waktu kerja obat, seperti ARV (anti retro viral). “Penanganannya akan berbeda antara pasien yang melakukan traveling dari barat ke timur, dan sebaliknya. Untuk menyikapi masalah ini, nantinya FK UNUD bekerjasama dengan SMF Interna RSUP Sanglah akan menyusun guideline “Travel Medicine”, jawab beliau. Salah seorang peserta yang hadir mengaku banyak mendapat informasi terbaru, “mantep simposiumnya, kan sering tuh dapat pasien gitu, sekarang jadi bisa menyamakan obat pilihan pertama dalam nanganin pasien IMS, lumayan nambah ilmu”, ujar salah satu dokter di sebuah rumah sakit swasta.
memilih itu membingungkan……
kapan sih hidup ini pernah lurus-lurus aja? selalu ada jalan yang bergelombang, menukik turun, menanjak naik…. dan yang paling sering adalah berada pada suatu persimpangan… entah simpang empat, simpang lima, enam, ataupun simpang siur sekalipun…
bingung…
itu pasti yang kita rasain…
dari memilik keputusan yang paling sepele sekali pun hingga masalah yang manyangkut nasib orang banyak dan akan beakibat dalam waktu lama…
contoh 1:
ni malem minggu, waktunya ngdate. pa lagi ni pertemuan trakhir, besoknya si dia mesti balik tugas keluar kota untuk waktu lama. tapi besok juga ada upacara di rumah, yang mengharuskan kita ikut bantu-bantu pada hari H-1 nya. ups, ternyata masalahnya gak cuma dua itu aja… senin mesti kumpul paper pada dosen pembimbing, lom buat, teman sekelompok tidak dapat diharapkan bantuannya….
jika kalian dalam posisi ini, apa pilihan kalian? kenapa?
contoh 2:
sudah lulus kuliah nih ceritanya. mau lanjutin kerja. HANURA (hati nurani ra…?? kara maksudnya, hehehe; nama orang-red) maunya pergi keluar daerah, kalau bisa keluar pulau, merantau ke negeri orang, mencoba hidup susah dengan segala masalah dan tantangannya. kayaknya seru tuh. masalahnya, mampu gak kira-kira idup ndiri di negeri orang padahal biasanya merupakan anak mami-pembokat yang nyuci baju ja pake mesin?
mana mami gak mau ngelepas kita. mami udah jadi single parent, masak mau di tambah single lagi seh dengan kepergian kita? gitu alasannya mami. kita dah disiapin tempat kerja yang bagus, tinggal bilang “iya” aja. masalahnya ya itu, tempat kerjanya di seberang rumah, bukan di seberang pulau….
huhuhuhu…. bingung…
mobil lagi melaju
jalanan sepi
lampu merah menyala
berhenti sejenak
menoleh kanan-kiri-seberang jalan…
kemanakah akan melangkah?
apa yang ada diujung jalan itu?
boleh kah nanti aku berbalik arah kembali?
atau itu jalan satu arah? tanpa jalan kembali?
sanggup kah aku tegak berdiri dengan semua hasilnya tanpa terucap kata menyesal?
setetes percikan dari “bedah ANAK”
BEDAH ANAK
1. Malformasi anorektal (MAR)
Definisi : gangguan pembentukan anus dan rectum yang disertai dengan adanya fistul ketempat lain.
Bedanya dengan atresia ani (imperporate ani) : adalah kegagalan pembentukan anus tanpa adnya fistel.
Etiologi : 60% tdk diketahui
20% genetic + lingkungan
7,5% genetic
6% kromoson
6% lingkungan
Patofisiologi : rectum dan anus secara embriologi berasal dari sumber yang berbeda. Rectum berasal dari lapisan endoderem, sedangkan anus dari ektoderem. Pada minggu ke 7 s/d 10 intrauterin, mereka bergabung. Jika terjadi gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan, maka terjadilah MAR atau atresia ani.
Klasifikasi :
Menurut alberto pena :
Yang berdasarkan cara eksplorasi postero sagital anorectoplasti (PSARP).
|
Laki-laki |
Perempuan |
Defek komplek |
|
Fistel kutaneus (perineal) |
Anokutaneus fistel |
Kelompok defek heterogen lain |
|
Membrane anal |
Rectokutaneus fistel |
|
|
Stenosis anus |
Rectovestibular fistel |
|
|
Bucket handle |
Anuvestibular fistel |
|
|
Rectouretral bulbar fistel |
Rectovaginal fistel |
|
|
Rectouretral prostatica fistel |
Atresia anus |
|
|
Rectovesika fistel |
Atresia dan stenosis rectum |
|
|
Atresia anus |
Kloaka persisten |
|
|
Atresia dan stenosisrectum |
|
|
|
|
|
|
Menurut pertemuan internasional Wingspread 1984:
Penggolongan anatomi dengan tujuan terapi dan prognosis.
|
Laki-laki |
Tindakan |
|
Golongan I: |
|
|
Rectouretral fistel |
Kolostomi neonates |
|
Atresia rectum |
Operasi definitive pada usia 4-6 bulan |
|
Perenium datar |
|
|
Fistel tidak ada |
|
|
Inventogram : udara > 1cm dari kulit |
|
|
|
|
|
Golongan II: |
|
|
Perineum fistel |
Operasi definitive neonates |
|
Membrane anal |
|
|
Stenosis anus |
|
|
Fistel tidak ada |
|
|
Inventogram : udara < 1 cm dari kulit |
|
|
|
|
|
Perempuan |
Tindakan |
|
Golongan I (minor): |
|
|
Kloaka persisten |
Kolostomi neonates |
|
Vaginal fistel |
Operasi definitive setelah usia 4-6 bulan |
|
Ano/rectovestibular fistel |
|
|
Atresia rectum |
|
|
Tidak ada fistel |
|
|
Invertogram : udara > 1 cm dari kulit |
|
|
|
|
|
Golongan II (mayor): |
|
|
Perenium fistel |
Operasi definitive neonates |
|
Stenosis anus |
|
|
Tidak ada fistel |
|
|
Invertogram : udara < 1cm dari kulit |
|
|
|
|
Anamnesa :
KU : tidak punya anus, dengan ada/tidak ada fistel
Feses keluar bersama kencing
Komplikasi : – perut kembung setelah 4-8 jam
- Muntah hijau
- Gangguan elektrolit dan asam basa
- Infeksi sal. Kemih/vagina -> demam
Pemeriksaan fisik:
v I : – distensi perut
- Inspeksi perenium : Tidak terdapat anus pada tempat yang seharusnya
v P:
v A:
v P:
Pemeriksaan penunjang :
- Invertogram/ knee-chest position/ wangenstein reis/ cross-table lateral decubitus (miring ke sisi kanan) untuk melihat rectal pouch dan jaraknya terhadap kulit. Sehingga dapat menentukan jenis operasi yang akan dilakukan. Tindakan ini baru boleh dilakukan setelah 18-24 jam, karena udara yang tertelan saat bayi menangis memasuki usus dalam 16 jam.
- USG transbulborectal untuk melihat spingter anus.
- DL untuk melihat adanya komplikasi (infeksi).
- UL untuk memeriksa apakah terdapat sel-sel mekonium (untuk mengetahui ada/tidaknya fistel ke uretra) dan komplikasi.
Penatalaksanaan:
Sabagai dokter umum: Dekompresi (pasang NGT), rehidrasi (IV line), rujuk ke Sp.B
Sebagai residen/Sp.BA: sesuai jenis kelainannya
ü Kolostomi (devided kolostomi / dobbel barrel colostomy di rectosigmoid junction)
ü Terapi definitive : posterosagital anorectoplasti (PSARP).
ü Setelah 2 minggu pasca PSARP, dilakukan dilatasi dengan menggunakan businasi hegar, sampai dicapai ukuran sesuai umur.
|
Usia |
Ukuran hegar |
|
1-4 bulan |
12 |
|
4-8 bulan |
13 |
|
8-12 bulan |
14 |
|
1-3 tahun |
15 |
|
3-12 tahun |
16 |
|
>12 tahun |
17 |
Lakukan businasi dilatasi
v 1x / hari = 1 bulan
v 1x / 3hari = 1 bulan
v 2x/ minggu = 1 bulan
v 1x / minggu = 1 bulan
v 1x / bulan = 3 bulan
ü Jika kaliber anus sudah sesuai usia dan tidak ada komplikasi seperti rasa nyeri pada anus, maka kolostomi dapat ditutup. Tapi jika terjadi penyempitan, nyeri, pendarahan, maka dilakukan prosedur ulang dan mulai dari awal.
ü Perineal anoplasti dilakukan jika kelainan letak rendah.
ü Pada fistula yang tidak adekuat/terdapat membrane, dapat dilakukan dilatasi/cutback.
Rupa-rupa :
Pembagian yang gampang : o tidak terbentuk saluran
o Terbentuk saluran namun tidak tembus
o Terbentuk saluran yang tembus namun ketempat yang salah
Pembagian menurut slide kuliah dr.Nyoman Sukerene, Sp.BA :
- Lubang anus kecil
Anus tertutup membrane
Rectum tidak terhubung dengan anus
Rectum/anus terhubung dengan dengan tempat lain melalui fistel
Kenapa tidak semua MAR sama antara laki-laki dan perempuan? Karena anatomi berbeda, pada perempuan terdapat saluran reproduksi antara saluran kemih dan anus.
Bagaimana membedakan rectovestibular fistel dengan anovestibular fistel? Dengan pemeriksaan sondase. Masukkan sondase melalui fistel, jika posisi sonde tegak lurus, berarti itu anovestibular fistel, jika miring artinya rectovestibular fistel.
Apa perbedaan penanganan anovestibular fistel dengan rectovestibular fistel? Pada rectovestibular fistel, salurannya kecil dan jauh, jadi feses tidak dapat keluar dengan baik, sehingga harus dilakukan kolostomi secepatnya.
Kenapa perut bisa distensi? Karena gas tidak bisa keluar dari intestinal. Distensi perut lebih sering terjadi karena retensi angin dibandingkan karena feses.
Berapa ukuran selang NGT untuk dekompresi? Gunakan ukuran terbesar yang masih dapat masuk, karena tujuannya adalah menghilangkan distensi perut secepatnya. Berbeda jika kita menggunakan selang untuk sonde, pakailah ukuran terkecil yang dapat digunakan.
Dimana kita mau buat anusnya? Di perineum, dengan melakukan tes muskulostimulator dengan pen, liat perineum bagian mana yang berkontraksi.
Congenital anorectal anomaly bisaanya disertai oleh kelainan congenital lainnya, yang dikenal dengan istilah VACTREL : vertebra, anal, cardiac, trakea, renal, esophagus, limb. Makanya dilakukan pemeriksaan dari kepala sampai kaki.
Insiden : 1 dari 5000 kelahiran hidup, dan lebih banyak terjadi pada laki-laki.
Dahulu ada istilah trias ten sebagai syarat untuk dilakukan operasikolostomi dan PSARP pada anak-anak, yaitu :
- Usia 10 minggu
- Berat badan 10 pon
- Hb >10
Dari operasi kolostomi hingga dilakukan PSARP berjarak 6 bulan, dengan tujuan kaliber usus telah kembali normal, yang dulunya distensi dan udeme.
Kolostomi tetap dipertahankan beberapa bulan setelah PSARP dengan tujuan mencegah terjadinya infeksi pada tempat operasi akibat kontaminasi feses.
Anterior anus tidak termasuk dalam congenital anorectal malformasi. Anterior anus adalah anus yang letaknya lebih dekat dengan vagina/scrotum, dimana jaraknya < 33% jarak antara vagina/scrotum dengan os coccyx. Posisi ini menyulitkan untuk BAB. Perbedaan MAR dengan anterior anus adalah anterior anus memiliki spingter, sacara anatomi dan fungsional normal.
Kenapa pasien dengan fistel baru mengeluh setelah usia lebih dewasa? Karena konsistensi feses berbeda. Setelah lebih dewasa, lebih padat dan lebih banyak sehingga sulit keluar melalui fistel.
2. Hirschsprung’s disease
Definisi : penyakit obstruksi usus fungsional akibat aganglionosis meisner dan aurbach dalam lapisan dinding usus, sehingga usus tetap berada dalam posisi berkontraksi.
Atau
Obstruksi pada usus besar akibat tidak adekuatnya motilitas dinding usus yang terjadi sebagai kelainan congenital.
Etiologi : unknow!!!
Epidemiologi : – Laki-laki > perempuan
Jarang terjadi pada bayi prematur
- Rectosigmoid 80%
- Total colon 10%
- Usus kecil 10%
Patofisiologi : pada minggu ke-8 intrauterine harusnya neural crest bermigrasi dari lapisan mesoderm menuju dinding usus. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh abnormalitas reseptor pada dinding usus atau kurangnya sintesis nitrit oxide pada tempat tersebut, serta meningkatnya asetilkolinesterase. Akibatnya adalah aganglionik sel pada lapisan mukosa (meisner) dan otot usus (aurbach). Segmen yang aganglionik tidak dapat berelaksasi, tetap pada posisi kontriksi, sehingga motilitas usus tidak dapat berjalan dan fungsi usus terganggu.
Gambaran klinis :
Dalam beberapa minggu :
Ø Obstruksi intestinal : distensi abdomen, muntah hijau, konstipasi, dehidrasi, syok, asidosis
Ø Konstipasi kronis : obstruksi intestinal parsial berulang, distensi abdoen, diare.
Ø Enterokolitis : diare kronis, muntah, distensi abdomen, demam, sepsis
Gejala pada anak yang lebih besar :
Ø Konstipasi
Ø Perut buncit
Ø Tidak bisa ngeden (karena rectum selalu kosong makanya tidak ada keinginan untuk BAB)
Ø Malnutrisi
Ø fekaloma
Different diagnosis :
Pada bayi baru lahir – beberapa minggu :
Meconium plug syndrome
Stenosis anus
Premature
Enterokolitis nekrotika
Fisura anus
Pada anak yang lebih dewasa :
Konstipasi : hipertiroid, retardasi mental
Stenosis anus
Tumor anorektal
Fisura anus
Anterior anus
Pemeriksaan fisik :
I : KU lemah, perut buncit, tampak gerakan peristaltic usus
P : perut lunak sampai tegang
A: peristaltic lemah dan jarang
P: timpani
Pemeriksaan penunjang :
- Foto BOF dan barium enema
Akan tampak 3 zone usus, yaitu: – zone melebar
Zone transisis (hipoganglion)
Zone menyempit (aganglion)
- Anorectal manometry, untuk memeriksa tekanan internal anal spingter
- Pemeriksaan patologi anatomi
Penanganan :
Sebagai dokter umum :
Terapi konservatif : dekompresi (NGT)
Rectal washing
Rehidrasi
antibiotik
Sebagai residen/Sp.BA :
Terapi konservatif : kolostomi (untuk mencegah komplikasi akibat obstruksi usus)
Terapi definitive : fulltrouth, berdasarkan jenis kasus, komplikasi, keadaan px dan kemampuan operator.
Retrarectal : Duhamel
Intraanal : soave
Direct anastomosis : suenson
Rupa-rupa :
§ Apa perbedaan CDE dengan NEC?
CDE = clostridium debisill enterokolitis, merupakan infeksi akibat klostridium debisil yang hidup makmur pada megakolon.
NEC = necrotising enterokolitis, infeksi usus akibat nekrosis dinding usus karena suplai darah terhambat oleh peregangan dinding usus.
§ Kenapa dapat terjadi enterokolitis pada hirschprung?
§ Barium enema itu dimasukkan via anus
o Barium intake via mulut
o Barium in loop via organ itu langsung
§ Tujuan kolostomi bermacam-macam, yaitu sebagai deversen (pengalihan), proteksi (gak bias BAB karena ada luka).
§ Syarat operasi transanal : megakolon tanpa ada komplikasi seperti enterokolitis. Dilakukan sesegera mungkin setelah dagnosa ditegakkan. Tidak perlu melakukan kolostomi lagi. Cukup lakukan rectal washing /rectal tube untuk mengeluarkan feses.
§ Persiapan operasi :
Subjektif : tidak ada batuk, pilek, sesak, panas.
Pemeriksaan laboratorium : blood sampling (PT, APTT)
Rotgen thorax
Konsul poli anak dan anestesi.
§ Komplikasi yang dapat terjadi pasca operasi definitive :
Komplikasi dini : – pendarahan
Kebocoran anastomosis/prolaps
Iskemik/necrosis kolon yang ditarik
Komplikasi lanjut : abses recto/endorectal
Striktur rectum
Enterokolitis
Inkontinensia defekasi
§ Ada istilah trias megakolon : - mekonium terlambat keluar (.24 jam setelah lahir)
· Perut buncit
· Pada saat RT, meconium menyemprot
Tapi tidak semua hirschprung menunjukkan gambaran seperti ini, tergantung posisi usus yang aganglionik. Klo segmen tinggi, gak mungkin jari kita bisa nyentuh saat RT.
§ Mekonium keluar maksimal dalam 48 jam setelah bayi lahir.
§ Kenapa dapat terjadi diare kronis pada pasien hirschprung? Sebetulnya bukan diare, tapi BAB cair, karena hanya kotoran yang cair yang dapat melewati usus yang sempit tersebut. Tapi memang dapat terjadi diare pada pasien hirschprung, karena bakteri dapat berproliferasi dengan maksimal pada usus yang stasis dan suplai darah yang rendah, sehingga terjadi enterokolitis dan diare.
3. Hernia inguinalis Lateralis
Definisi : hernia adalah penonjolan gelung atau ruas organ atau jaringan melalui lubang abnormal.
Hernia inguinalis adalah masuknya peritoneum dan isinya pada defek di inguinal. Hernia pada anak-anak berbeda penyebabnya dengan hernia pada orang dewasa.
Epidemiologi : laki-laki lebih banyak
Lebih banyak terjadi pada sisi kanan karena testis kanan yang terakhir turun ke scrotum.
Etiologi :
Anak-anak : hernia indirect, yaitu akibat kegagalan penutupan (kegagalan obliterasi) atau patennya prosesus vaginalis.
Factor resiko : bayi premature (usia kehamilan < 37 minggu, BBLR <1000 gr)
Bayi pengguna shunt
Dewasa : hernia direct, yaitu adanya kelemahan (defek) pada dinding perut, khususnya lantai kanal inguinalis.
Patofisiologi :
Anak-anak : pada bulan ke-8 intrauterin, prosesus vaginalis turun hingga ke skrotum untuk menjadi jalanturunnyatestis dari abdominal ke scrotum. Setelah testis berada dalam scrotum, harusnya prosesus vaginalis akan menutup dengan sendirinya. Namun jika belum tertutup, maka peritoneum dan komponennya (usus, cairan peritoneum, omentum, dan pada wanita dapat termasuk uterus dan ovarium) dapat mengisi celah tersebut. Jika yang mengisi adalah usus disebut hernia. Jika terisi oleh cairan peritoneum, disebut hidrokel.
Dewasa : penyebabnya dapat idiopatik, trauma, tumor, infeksi, dll.
Gambaran klinis :
¨ Terdapat benjolan pada daerah inguinal atau scrotum.
¨ Benjolan hilang timbul.
¨ Benjolan muncul saat bermain, manangis, ngeden, batuk, dll.
¨ Benjolan dapat dimasukkan atau masuk sendiri ke rongga abdomen.
¨ Bias terdapat keluhan nyeri/tidak.
Pemeriksaan fisik :
I : tampak massa pada ingunal, suprainguinal, atau scrotum
P : massa lunak, mobile, dapat dimasukan, saat tidak terdapat massa, teraba seperti kantong sutra (silk glove). Nyeri tekan (+/-)
A: gerakan peristaltic (+)
P: -
Pemeriksaan penunjang : untuk menyingkirkan different diagnose seperti hidrokel dapat dilakukan trasiluminasi.
Jenis hernia :
Hernia reponibilis adalah hernia yang dapat keluar masuk rongga abdomen.
Hernia ireponibilis adalah hernia yang terjepit dalam kantong, tidak dapatmasuk kembali ke dalam rongga abdomen.
Hernia inkarserata adalah hernia ireponibilis yang mengalami gangguan pasase usus.
Hernia strangulate adalah hernia inkarserata yang mengalami gangguan vaskularisasi.
Hernia inguinalis lateralis adalah hernia yang terjadi karena usus masuk melalui annulus internus sampai mencapai annulus eksternus.
Hernia inguinalis medialis adalah hernia yang terjadi karena usus langsung menembus annulus eksternus.
Hernia femoralis adalah hernia yang terdapat didaerah femoralis.
Hernia komplit adalah hernia yang masuk sampai scrotum
Hernia inkomplit adalah hernia yang penonjolan hanya mencapai annulus internus saja; sampai masuk kanalis inguinalis namun belum mencapai annulus eksternus; dan telah mencapai annulus eksternus namun belum mencapai scrotum.
Different diagnosis :
v Undecensus testis (testis belum turun)
v Retractile testis (testis naik ke abdomen jika dirangsang)
v Hidrokel
v Varikokel (varises/dilatasi abnormal vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna)
v Testiscel lump
Komplikasi hernia :
ü Obstruksi usus
ü Gangguan perfusi jaringan
ü Edema organ/stricture hernia
Penanganan :
Herniotomi dengan ligasi tinggi
Pada orang dewasa hernioplasty (herniotomi + pemasangan mesh untuk mencegah recurrent).
Hidrokel juga dengan ligasi tinggi. Pada jenis non-komunikan dapat dilakukan aspirasi ajah.
Komplikasi pasca operasi hernia :
Komplikasi dini:
§ Pendarahan. Akan tampak hematom pada scrotum akibat pendarahan dari flexus pampiniformis, yaitu jala-jala yang melapisi cordaspermaticord.
Komplikasi lanjut :
§ Testicle imfarcation
§ Vas deferent injury
§ Infeksi
§ reccurent
Rupa-rupa:
© Syarat terbentuknya hernia :
Adanya defek
Terdapat kantong
Terdapat isi, berupa peritoneum dan komponenya.
© Sebutkan jenis hidrokel !
Berdasarkan hubungannya dengan rongga abdomen, dibagi menjadi hidrokel komunikan dan non komunikan
Berdasarkan letaknya terhadap testis, dibagi menjadi hidrokel testis, hidrokel fonikuli, dan hidrokel komunikan.
© Kenapa bisa terbentuk hidrokel nonkomunikan ? pada saat lahir, prosessus vaginalis belum mengalami obliterasi sehingga terdapat rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal yang terisioleh cairan. Pada perkembangan selanjutnya, bagian proksimal prosesus vaginalis akan menutup, cairan terkurung dalam rongga tersebut, yang disebut hidrokel non komunikan.
© Bagaimana membedakan hernia dengan hidrokel :
|
Perbedaan |
Hernia |
Hidrokel |
|
Anamnesa |
Pagi bengkak-siang berkurang-sore bengkak lagi Bengkak membesar dan menghilang dengan cepat |
Pagi bengkak-siang semakin bengkak-malam bengkak sekali Bengkak membesar secara perlahan-lahan |
|
Pemeriksaan fisik Transiluminasi/diaponaskopi Inspeksi
Auskultasi Palpasi |
Gelap (-) Benjolan pernah ada di lipatan paha
Bising usus (+) Kenyal |
Merah terang (+) Benjolan hanya ada di scrotum Bising usus (-) kistik |
|
|
|
|
Pada anamnesa hidrokel non-komunikan, ukuran benjolan akan menetap sepanjang hari dengan pemeriksaan fisik transiluminasi positif.
© Apa yang akan kamu lakukan jika mendapat pasien hernia? Anjurkan untuk melakukan herniotomi secepatnya, jangan menunggu sampai terjepit. Hernia inkerserata dan strangulasi akan lebih sulit penanganannya saat operasi, karena usus yang udeme akan mudah mengalami perforasi dan mempersulit jalannya operasi, komplikasi pun lebih tinggi.
© Apa yang kamu lakukan jika mendapat pasien hernia inkarserata ? puasakan, pasang NGT, IV line, beri obat sedative, dan baringkan dalam posisi trendelenbeg, lalu rujuk secepatnya. Semua tindakan konservatif tersebut bertujuan untuk menurunkan dan menormalkan tekanan intraabdominal, diharapkan usus dapat masuk kembali. Tapi tetap harus di operasi meski udah berhasil masuk.
© Apa yang akan kamu lakukan jika mendapat pasien dengan hidrokel? Observasi dulu hingga anak berumur 1 tahun (dibuku-buku seh dibilang sampai umur 2 tahun). Diharapkan cairan dapat diserap sendiri oleh aliran limpatik disekitarnya. Namun jika setelah 1 tahuntidak hilang juga atau sebelum 1tahun semakin bertambah besar maka segera dilakukan operasi : ligasi tinggi.
© Komplikasi hidrokel : mudah mengalami trauma, hidrokel yang cukup besar dapat menekan suplai darah sehingga terjadi atropi testis.
4. Dan lain-lain………………..
Kasus :
Bayi, perut kembung dengan muntah-muntah, dipasang NGT, muntah hilang tapi tetap kembung. Berarti obstruksi terjadi dibawah duodenum
Bayi, perut kembung dengan muntah-muntah, dipasang NGT, muntah hilang, kembung hilang. Berarti obstruksi dibagian atas.
Insisional biopsy adalah mengambil bahan dari sebagian kecil tumor yang besarnya > 3 cm. Bahan yang diambil ±2 cm.
Eksisi adalah tindakan pengangkatan massa tumor dan jaringan sehat disekitarnya
Eksisional bopsi adalah mengangkat seluruh jaringan tumor untuk bahan biopsy disertai jaringan sehat disekitarnya.
Ekstirpasi adalah suatu tindakan pengangkatan seluruh massa tumor beserta kapsulnya yang terletak dibawah kulit, seperti kista, lipoma, fibroma, dan ganglion.
Enucleasi adalah pengangkatan atau pengeluaran organ, tumor, atau bagian tubuh tertentu (mata) sedemikian rupa sehingga bagian tersebut keluar seutuhnya seperti kacang yang dikeluarkan dari kulitnya.
Sirkumsisi adalah tindakan pengangkatan sebagian/selurh preposium penis dengan tujuan tertentu (agama, social, medis).
Indikasi medis : fimosis, parafimosis, kondiloma akuminata, mencegah terjadinya tumor pada smegma yang bersifat karsinogenik.
Kontraindikasi absolute : hipospadia, epispadia
Kontraindikasi relative : hemofili, infeksi, diabetes mellitus
Komplikasi : pendarahan, hematoma, infeksi.
Tahap-tahap sirkumsisi :
1. Antisepsis. Bersihkan daerah genitalia dengan povidon iodine 10% secara sentrifugal. Pasang duk steril
2. Anestesi local. Lakukan blok dengan lidokain 2% pada n. Dorsalis penis dengan menusukkan jarum pada garis medial di bawah simpisis pubis sampai menembus fascial buck (seperti menembus kertas). Kemudian suntikkan miring kiri dan kanan menembus fascial. Juga lakukan anestasi infiltrasi di lapisan subkutis ventral penis pada kedua sisi.
3. Bersihkan glan penis.
4. Pengguntingan dan penjahitan. Pasang klem pada arah jam 11, 1, dan 6 dengan ujung klem mencapai ±1,5 cm dari sulkus korona penis. Mulai menggunting dari arah jam 12 melingkari penis. Sisakan mukosa ±0,5 cm. Pada sisi prenulum (jam 6), gunting membentuk hurup V pada sisi kanan kiri klem. Atasi pendarahan dengan pengikatan benang catgut. Lakukan penjahitan aproksimasi kulit dengan mukosa. Jahit mukosa distal frenulum dengan jahitan O atau angka 8. Setelah selesai, gunting ujung distal frenulum.
5. Pembalutan. Lakukan balutan dengan menggunakan gaas steril dengan terlebih dahulu diolesi salep antibiotic. Balutan dapat dibuka setelah 4-5 hari. Tidak perlu aff hecting.


